Bolehkah Shalat di Raudhah Sesudah Subuh?

Shalat di Raudhah

Bolehkah shalat di Raudhah sesudah subuh?

Jawab :

Bismillah was shalatu was salamu ‘ala Rasulillah, wa ba’du,

Pertama ezramadhan.com jelaskan, shalat di saat terlarang berlaku untuk shalat mutlak tanpa ada sebab

Ada 3 saat larangan shalat, sesudah subuh hingga terbit matahari, sesudah asar hingga tenggelam matahari, serta saat matahari pas di dalam, sampai tergelincir ke barat.

Dari Abu Said al-Khudri radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

Tak ada shalat sesudah subuh hingga matahari meninggi, serta tak ada shalat sesudah asar hingga matahari tenggelam. (HR. Bukhari 586).

Saat larangan ini berlaku untuk shalat mutlak, yakni shalat tanpa ada sebab.

Shalat di Raudhah

shalat di Raudhah sesudah subuh

An-Nawawi mengatakan,

Golongan muslimin setuju makruhnya shalat tanpa ada sebab di beberapa saat terlarang ini. Mereka juga setuju, bolehnya shalat harus yang ditangani di saat terlarang ini. Cuma saja, mereka tidak sama pendapat tentang shalat sunah yang mempunyai sebab, seperti tahiyatul masjid, sujud tiawah, shalat id, shalat gerhana, shalat gerhana, serta qadha shalat yang ketinggal. Dalam madzhab Syafiiyah serta sebagian madzhab yang lain, semuanya shalat yang mempunyai karenanya dibolehkan.

Ke-2, shalat di raudhah, latar belakangnya sama juga dengan shalat di masjid yang lain. Karna hakekat dari Raudhah yaitu masjid nabawi yang pertama di jaman Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam sebelumnya alami pelebaran. Yang membedakan Raudhah dengan masjid yang lain yaitu permasalahan keutamaan. Kalau shalat di raudhah lebih paling utama dibanding shalat di masjid yang lain.

Dari Abdullah bin Zaid al-Mazinni radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

Pada tempat tinggal serta mimbarku yaitu satu diantara raudhah (taman) surga. (HR. Bukhari 1195 & Muslim 3434).

Sesaat mimbar Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam ada mendekati ujung kanan masjid beliau serta pintu tempat tinggal beliau di tembok ujung kiri. Bermakna Raudhah yaitu ujung kanan, sampai ujung kiri dari masjid ke belakang.

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mengatakan sekian waktu larangan shalat, serta ini berlaku untuk masjid beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam. Artinya larangan itu juga berlaku untuk shalat di raudhah.

Dalam Fatawa Syabakah Islamiyah dinyatakan,

Shalat di Raudhah yang mulia statusnya sama juga dengan shalat di beberapa tempat yang lain, artinya tak bisa dikerjakan di beberapa saat larangan. Hanya harapan untuk memperoleh pahala shalat ditempat mulia ini, tak dapat jadikan argumen untuk kerjakan shalat sunah di saat larangan. Serta menurut ulama yang membolehkan shalat sunah yang mempunyai sebab ditangani di saat terlarang, tak jadikan keutamaan Raudhah semata sebab yang membolehkan shalat di saat larangan. (Fatawa Sybakah Islamiyah, no. 189257).

Berdasar pada info diatas, terdapat banyak rangkuman yang dapat kita garis bawahi berkaitan shalat sunah di Raudhah di saat larangan,

1 Untuk yang masuk masjid nabawi, serta belum lakukan shalat apa pun, lalu segera ke Raudhah, dibolehkan lakukan shalat sunah 2 rakaat tahiyatul masjid. Karna shalat yang dia lakukan mempunyai sebab.

2 Untuk yang telah shalat di masjid nabawi terkecuali Raudhah, lantas masuk Raudhah di saat larangan shalat, jadi tak bisa shalat. Namun dapat segera duduk berdoa atau berdzikir. Adapun juga bacaan: Dosa Meninggalkan Shalat Lima Waktu Lebih Besar Dari Dosa Berzina

Seperti yang dikerjakan golongan muslimin sekarang ini, mereka datang ke Raudhah sesudah subuh atau sesudah asar.

Mereka shalat subuh berjamaah di masjid nabawi terkecuali Raudhah. Selepas shalat subuh, segera ngantri di Raudhah, serta shalat 2 rakaat sesudah subuh. Yang berlangsung, mereka shalat sunah mutlak di saat terlarang.

Walau sebenarnya shalat yang dia lakukan bukanlah shalat tahiyatul masjid atau shalat yang dilatar belakangi sebab spesifik.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *